Rancang Intervensi untuk Atlet!


Setelah mendapat data yang memadai tentang kondisi pemain, maka langkah berikutnya yang harus dilakukan adalah merancang intervensi berdasarkan data yang diperoleh tersebut. Harus diingat, intervensi tidak bisa terlepas dari program yang dibuat dan sistem permainan yang diinginkan oleh pelatih.

Prinsip dasar melakukan intervensi adalah persepsi untuk memperbaiki yang kurang dan menyempurnakan yang sudah baik. Untuk para pemain pemula, yang sebelumnya belum pernah mendapatkan pelatihan keterampilan mental maka perlu diberikan informasi-informasi dasar tentang keterampilan mental. Proses ini bisa membutuhkan waktu antara 3 hingga 1 minggu dengan pengulangan 3 hingga 4 kali. Materi edukasi yang diberikan meliputi penyadaran kepada atlet tentang aspek-aspek mental yang sering mengganggu mereka serta proses pemahaman tentang mekanisme logis yang membuat kondisi itu muncul.

Untuk membantu proses pemahaman para pemain, cobalah bereksperimen dengan membagikan check list tentang pemahaman mereka terhadap aspek-aspek mental yang berpotensi mengganggu tersebut. Berdasarkan check list tersebut, Anda kemudian bisa menyimpulkan apakah para pemain sudah cukup memahami atau belum. Jika belum, maka harus ada pengulangan sedangkan jika sudah maka lakukan proses berikutnya.

Proses berikutnya adalah memberikan dasar-dasar tentang teknik keterampilan mental. Teknik-teknik tersebut meliputi Imagery, goal setting, self talk. Teknik-teknik tersebut harus betul-betul nyaman diterima oleh para pemain dan para pemain menjadi sadar bahwa keterampilan-keterampilan tersebut memang betul-betul mereka butuhkan.

Setelah itu rancanglah program sesuai dengan kebutuhan para atlet yang diketahui melalui data-data yang diperoleh sebelumnya. Masing-masing atlet mungkin saja mempunyai persoalan yang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. Oleh karena itu seorang mental coach harus betul-betul jeli dalam memberikan penanganan kepada para pemain.

Selain itu, yang juga harus diingat adalah mengarahkan para pemain untuk lebih sadar akan peran mereka sebagai individu dan sebagai pemain dalam tim tersebut. Selain program peningkatan komitmen terhadap sistem permainan dan peran yang harus mereka lakukan ditim.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam proses perancangan dan pemberian intervensi adalah waktu yang tersedia, kemampuan dasar para pemain, prior knowledge yang dimiliki oleh para pemain serta kemampuan imajinasi. Kemampuan imajinasi ini akan menentukan seberapa efektif intervensi yang diberikan, karena pada dasarnya para pemain harus selalu mempunyai bayangan yang nyata tentang konteks permainan yang akan mereka lakukan. 

Tulisan berikutnya akan menyinggung tentang bagaimana peningkatan peran dan peningkatan kesadaran para pemain tentang pentingnya pemahaman peran yang harus mereka lakukan. Tentu saja hal tersebut tidak akan pernah terlepas dari apa yang diharapkan oleh pelatih berkaitan dengan sistem permainan dan taktik yang ingin dilakukan.    

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s