Intervensi Psikologis untuk Penyembuhan Cedera


Cedera merupakan masalah besar yang sering menghalangi atlet untuk berprestasi. Meskipun tidak diinginkan, namun cedera adalah persoalan laten yang mempunyai kemungkinan besar muncul. Tidak jarang cedera harus membuyarkan semua impian atlet untuk bisa menjadi juara. Lebih parahnya cedera tidak jarang membuat karir seorang atlet harus berakhir dini.

Berkat teknologi kesehatan dan rehabilitasi yang sangat canggih saat ini, resiko yang muncul akibat cedera bisa diminimalisasi sekecil mungkin. Atlet bisa pulih 100% berkat pengobatan yang berteknologi tinggi. Namun, ada kalanya efek yang muncul tidak lagi bersifat fisik, tapi lebih ke arah psikologis. Terkadang perasaan takut, cemas atau kuatir masih menghinggapi atlet yang baru saja sembuh dari cedera. Akibatnya, atlet tersebut tidak akan bisa kembali tampil dengan maksimal karena hambatan persoalan psikologis tersebut.

Kondis psikologis yang negatif juga sangat mungkin mengganggu proses rehabilitas dan penyembuhan cedera. Perasaan sendiri, merasa ditinggalkan, frustrasi, gelisah, serta suasana hati yang negatif merupakan kondisi yang mungkin muncul dalam diri atlet pada saat mengalami cedera dan berada dalam proses rehabilitasi. Sebaliknya, kondisi psikologis yang positif akan sangat mendukung lebih cepatnya pemulihan dari cedera.

Oleh karena itu peran ilmu psikologi sangat dibutuhkan dalam proses penyembuhan cedera seorang atlet. Beberapa intervensi psikologis terbukti telah membantu para atlet untuk mengatasi masalah-masalah mental yang berkaitan dengan cedera yang mereka alami. Beberapa penelitian yang dirangkum oleh Reese, Pittsinger, & Yang (2012) membuktikan efektivitas intervensi psikologis dalam menangani kasus cedera. Melalu berbagai metode, terkumpul 991 laporan penelitian yang kemudian mengalami review yang akhirnya mendapatkan 7 artikel yang relevan dengan tujuan penelitian mereka yang kemudian dua artikel dianggap satu atas pertimbangan tertentu.

Jenis Intervensi
Dari keenam artikel tersebut diperoleh beberapa jenis intervensi yang digunakan dalam proses rehabilitasi cedera. Intervensi tersebut adalah:

” Stress management dan cognitive control, goal-setting skills, and relaxation/guided imagery (Johnson 2000);
” Relaksasi dan guided imagery (Cupal & Brewer, 2001);
” Counseling-skills interventions yang meliputi: Reflection, paraphrasing, dan summarizing (Rock & Jones, 2002);
” Diary completion (Evans & Hardy, 2002);
” Written emotional-disclosure intervention (Mankad & Gordon, 2010);
” ACT (acceptance and commitment therapy) (Mahoney & Hanrahan, 2011).

Dampak intervensi
Berdasarkan penelitian-penelitian yang digunakan dalam laporan ini, diperoleh tiga gambaran besar tentang aspek yang berhasil disasar oleh intervensi psikologis. Berikut ini ketiga dampak yang muncul akibat intervensi tersebut:

1. Konsekuensi psikologis negatif
Atlet merasakan suasana hati yang lebih positif dan cenderung tidak begitu merasa frustrasi dan depresi. Konsekuensi psikologis negatif yang sering dirasakan oleh para atlet yang mengalami cedera parah tidak begitu lagi mengganggu setelah para atlet menjalani intervensi psikologis. Situasi ini akan berdampak secara tidak langsung terhadap proses penyembuhan cedera yang mereka jalani serta proses untuk kembali beraktivitas fisik bisa lebih cepat.

2. Koping psikologis
Dampak yang kedua adalah para atlet mempunyai kemampuan koping psikologis yang jauh lebih baik pada saat mengalami cedera. Kemampuan koping ini antara lain terasa dalam bentuk kondisi emosi yang lebih fleksibel, suasana hati yang lebih baik, kepercayaan diri yang meningkat, kewaspadaan yang lebih tinggi, dan merasa didukung secara sosial serta meningkatnya kegembiraan.

3. Re-injury anxiety
Kesimpulan ketiga berkaitan dengan rasa takut dan cemas setelah kembali menjalani aktivitas fisik menjadi lebih rendah. Para atlet tidak lagi merasa kuatir cedera akan kembali mengganggu karir mereka setelah menjalani proses rehabilitasi. Efeknya, penampilan mereka akan lebih cepat kembali ke level sebelum mereka mengalami cedera.

Kesimpulan
Beberapa intervensi psikologis yang digunakan untuk membantu atlet berjuang melawan cederanya menunjukkan keunikan masing-masing, antara lain:
a. Guided imagery, goal setting atau relaksasi berhubungan erat dengan turunnya konsekuensi psikologis yang negative akibat cedera. Kedua, dampak secara langsung dirasakan pada meningkatnya kemampuan koping dan mengurangi efek kecemasan akan munculnya cedera lagi setelah mereka sembuh (re-injury anxiety).

b. Sesi ACT, basic microcounseling skills dan written expression efektif untuk meredakan distress pasca cedera. ACT sendiri menekankan pada keawasan dan fleksibilitas psikologis. Hasilnya, atlet yang cedera akan lebih fokus pada kekinian ketimbang masa lalu. Microcounseling skills meliputi attending, mendengar secara aktif, empati, and Refleksi diri. Written expression memfasilitasi para atlet yang cedera untuk membentuk narasi tertulis yang menggambarkan pengalaman emosional yang mereka rasakan sekaligus mendorong mereka untuk meningkatkan proses pengaturan diri yang berdampak pada peningkatan control terhadap emosi mereka.

Berdasarkan kesimpulan yang diperoleh tersebut, para praktisi mempunyai dasar yang lebih ilmiah berkaitan dengan metode dan teknik intervensi yang akan diberikan kepada para atlet yang mengalami cedera. Kondisi tersebut akan meningkatkan efisiensi dan efektivitas intervensi. Para psikolog olahraga harus betul-betul jeli dalam melihat situasi dan kondisi yang ada di lapangan. Penelitian ini membuktikan bahwa intervensi psikologis atau dalam konteks yang lebih luas aspek mental dalam olahraga sudah seharusnya menjadi prioritas untuk mencetak atlet-atlet yang berprestasi di level internasional.

Bacaan
Reese, L.M.S., Pittsinger, R., & Yang, J. (2012) Effectiveness of psychological intervention following sport injury. Journal of Sport and Health Science, 1, 71-79.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s