Berlatih untuk Menjadi Tangguh!


 

 

 

Sepakbola di level yang tertinggi menghadirkan tekanan yang bertubi-tubi, baik dalam hal teknik, taktik, fisik dan mental. Kecepatan permainan yang semakin tinggi, kemampuan bermain yang berada dalam satu level serta kualitas pelatih yang nomor wahid tidak jarang menghadirkan tekanan psikologis yang sangat besar. Pemain yang mampu bertahan tidak sekedar pemain yang mempunyai kualitas teknis dan fisik yang mumpuni, namun juga harus dibarengi dengan ketangguhan mental yang prima.
Ketangguhan mental pemain sepakbola merupakan “energy” yang dibutuhkan untuk bisa menampilkan kemampuan yang terbaik. Ketangguhan mental merupakan gabungan dari elemen-elemen yang berkolaborasi dengan ideal sehingga membentuk struktur mental yang kuat. Elemen-elemen tersebut bergabung dan saling berinteraksi serta saling mempengaruhi satu sama lain.
Berikut ini atribut-atribut ketangguhan mental yang disarikan dari hasil penelitian Therwel, Weston dan Greenlees tahun 2005. Penelitian yang berjudul Defining and understanding mental toughness within soccer terbit di Jurnal Applied Sport Psychology volume 17 halaman 326-332.
1. Mempunyai keyakinan diri bahwa anda akan sukses. Seorang pemain sepakbola harus mempunyai keyakinan diri yang tinggi bahwa dirinya mampu untuk sukses. Di dalam konteks permainan, keyakinan diri ini muncul pada kemampuan untuk menghasilkan eksekusi-eksekusi gerakan yang bersifat stabil dan konstan.
2. Selalu menginginkan bola. Apapun yang terjadi pemain selalu ingin menguasai bola dan bisa kembali dengan segera dari kesalahan. Kata kunci utama adalah kembali setelah melakukan kesalahan. Hal ini berarti bahwa seorang pemain sepakbola tidak boleh terlalu larut dalam kesalahan yang dibuatnya melainkan mampu untuk segera bangkit dengan indikator mau untuk bertemu lagi dengan bola.
3. Bereaksi secara positif terhadap situasi apapun. Terkadang permainan sepakbola tidak berjalan sesuai yang diinginkan. Kondisi ini tentu saja membuat situasi menjadi sangat tidak nyaman. seorang pemain yang tangguh akan segera bereaksi positif terhadap kondisi yang tidak mengenakkan tersebut. Pada konteks di luar lapangan, masalah-masalah yang menimpa pemain akan dipandang dari sudut pandang yang lebih positif.
4. Mampu bertahan dalam tekanan. Atribut ini mempunyai arti harafiah permainan ataupun arti yang lebih luas dalam kehidupan sehari-hari. Lawan yang selalu menekan mengharuskan sebuah tim untuk bertahan, pertahanan akan berhasil jika tim tersebut mempunyai pemain-pemain yang mampu mengerahkan semua upayanya membendung serangan lawan. Di dalam kehidupan di luar lapangan, masalah tentu juga akan muncul dan seolah-olah menyerang, oleh karena itu dibutuhkan mekanisme pertahanan yang solid agar masalah tersebut tidak menimbulkan efek yang negative.
5. Mampu menggerakkan diri untuk keluar dari masalah. Kemampuan untuk bergerak keluar dari masalah berarti dengan cepat bisa menemukan jalan keluar atas persoalan yang dihadapinya. Kemampuan problem solving yang jitu adalah syarat utama untuk bisa lepas dari kondisi yang sulit.
6. Mengabaikan pemecah konsentrasi dan bisa tetap focus. Di dalam permainan, ada banyak hal yang berpotensi menjadi pemecah konsentrasi, mulai dari penonton, ofisial serta hal-hal lain yang tidak berhubungan dengan sepakbola. Seorang pemain yang tangguh akan dengan mudah mengabaikan hal-hal tersebut dan tetap bisa fokus pada permainan yang sedang dijalaninya. Kemampuan konsentrasi ini menjadi salah satu syarat berkembangnya seorang pemain dalam penampilannya pada saat pertandingan.
7. Mengontrol emosi. Provokasi-provokasi tidak jarang muncul dalam sebuah pertandingan sepakbola. Tujuan utama dari provokasi adalah memancing seseorang untuk menjadi emosional sehingga lepas kendali. Hal lain yang berkaitan adalah munculnya keputusan-keputusan dari wasit yang kadangkala tidak menguntungkan dan cenderung merugikan. Pemain yang tangguh harus mampu mengontrol emosinya dan menjaga agar tetap dingin ditengah kondisi pertandingan yang memanas tersebut.
8. Menciptakan aura. Seorang pemain besar bisa menginspirasi banyak orang untuk tetap bergairah. Kehadiran dari pemain tersebut seolah-olah menjadi mercusuar bagi bangkitnya tenaga dan semangat bagi rekan-rekannya. Aura positif yang muncul dalam diri seorang pemain merupakan salah satu indikator ketangguhan mentalnya.
9. Mengontrol hal-hal lain di luar sepakbola. Persoalan-persoalan yang muncul dalam kehidupan sehari-hari jelas memberi pengaruh yang cukup besar pada diri seorang pemain. akan tetapi, seorang pemain yang tangguh harus mampu mengontrol hal-hal lain di luar sepakbola dan memberikan konsentrasinya pada sepakbola. Persoalan-persoalan dengan keluarga, pacar, istri atau yang lain tidak akan cukup besar untuk bisa mengganggu konsentrasi pemain dalam bermain bola.
10. Menikmati tekanan penampilan. Terakhir, seorang pemain yang tangguh adalah pemain yang mampu menikmati tekanan yang muncul dari penampilannya. Lihat seorang Messi yang selalu menjadi sorotan dan dibebani segunung harapan saat dirinya bermain. Tetapi, Messi selalu terlihat sangat menikmati permainannya meskipun dia tahu bahwa banyak orang menaruh harapan yang luar biasa besar padanya. Messi bisa dikatakan adalah orang yang mampu menikmati tekanan penampilan yang dibebankan kepadanya.
Ketangguhan mental merupakan aspek yang bisa dipelajari oleh semua pemain sepakbola. Ketangguhan mental bukanlah bakat bawaan yang hanya diberikan pada beberapa orang tertentu saja, tapi merupakan keterampilan yang semua orang bisa menguasainya. Tentu saja memang ada orang-orang tertentu yang secara alamiah mempunyai bekal yang lebih baik dibandingkan orang lain, tapi itupun tidak menjamin pemain tersebut bisa selamanya seperti itu.
Ketangguhan mental adalah persoalan latihan, seperti halnya aspek fisik dan teknik dalam permainan sepakbola. Orang yang paling menguasai pada akhirnya adalah orang yang paling berkomitmen untuk berlatih. Tentu saja muncul rekomendasi kepada para pelatih untuk menciptakan lingkungan yang memfasilitasi bagi para pemain untuk tetap berlatih. Salah satu fasilitas yang bisa diciptakan adalah proses latihan. Proses latihan harus mampu memfasilitasi kesepuluh atribut di atas dengan tujuan agar para pemain secara kontinyu berlatih untuk menjadi lebih tangguh secara mental. Membuat latihan yang kompetitif, menantang dan menghadirkan hal-hal baru merupakan contoh-contoh yang bisa dilakukan. Oleh karena itu, pelatih yang terbaik adalah pelatih yang mampu untuk menciptakan pemain-pemain yang berteknik tinggi, kemampuan taktikal prima, level fisik kelas satu dan pemain-pemain yang bermental tangguh.
Disarikan dari:
Thelwell, R.C., Weston, N.J.V., & Greenlees, I.A. (2005). Defining and understanding mental toughness ithin soccer. Journal of Applied Sport Psychology, 17, 326-332
.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s