Saatnya Pelatih Membuang Kecemasan


Hilangkan rasa cemas dari kepala

Hilangkan rasa cemas dari kepala

Pelatih adalah orang tua bagi pemain. Setidaknya saat mereka berada di lapangan. Pelatihlah yang menjadi ujung tombak kesuksesan sebuah tim sepakbola. Pelatih yang hebat tentu saja bukan hanya mampu memberi latihan yang modern. Tapi lebih dari itu, pelatih juga harus menguasai keterampilan yang berkaitan dengan aspek psikologis para pemain. Pelatih harus paham betul dengan situasi mental para pemain untuk selanjutnya memberi solusi yang tepat jika ada masalah berkaitan dengan kondisi  psikis tersebut.

Salah satu aspek yang sering menjadi pengganggu bagi para pemain sebelum menjalani pertandingan adalah kecemasan. Seringkali para pemain dilanda rasa cemas yang akhirnya membuat permainan mereka jelek. Kecemasan adalah situasi dimana para pemain merasa sangat tertekan dari berbagai macam sebab. Ada yang berasal dari luar diri (lawan, penonton) atau dari dalam diri (tidak yakin dengan skill yang dimiliki). Oleh karena itulah, para pelatih harus benar-benar mencermati hal ini dengan mengambil langkah-langkah yang tepat.

Berikut ini beberapa tips bagi para pelatih untuk mengurangi kecemasan yang mungkin melanda para pemain sebelum pertandingan. Tips-tips ini dikumpulkan dari berbagai sumber.

  • Rutinitas yang nyaman sebelum bertanding

Berikanlah rutinitas pra pertandingan yang bersifat konsisten.Termasuk juga aktivitas menjelang pertandingan yang terjadwal dengan baik dan sistematis. Jangan membuat aktivitas yang bersifat mendadak dan mengejutkan pemain. Misalnya, jika kebiasaan menjelang pertandingan, para pemain berkumpul dan menonton film, maka jangan mengubahnya dengan menyuruh mereka melakukan pemanasan yang berlebihan. Perubahan bisa dilakukan asal dikomunikasikan jauh-jauh hari. Jika para pemain merasa dekat dengan rutinitas menjelang pertandingan, maka rasa nyaman akan mereka rasakan. Efeknya, kecemasan akan reda.

  • Latihan sebagai simulasi permainan

Pertandingan olahraga bagi para atlet pada dasarnya merupakan sebuah proses menyelesaikan persoalan. Sebagai contoh, pertandingan sepakbola, secara sederhana,  merupakan proses bagi para pemain menghindari tekanan lawan dan mencetak gol. Masalah-masalah yang timbul adalah ruang sempit yang diciptakan oleh lawan, hadangan lawan, kipper lawan yang tangguh dan sebagainya. Untuk itulah, latihan harusnya disesuaikan dengan kebutuhan pertandingan. Unsur tekanan (layaknya dalam pertandingan) harus mutlak diberikan pada saat latihan. Tujuannya adalah membiasakan para pemain agar tidak kaget saat menjalani pertandingan sesungguhnya. Selain itu, rasa cemas karena khawatir tidak mampu melaksakan tugas dengan baik juga akan terkurangi.

Dalam latihan sepakbola modern dikenal dengan istilah Small sided games, yang kira-kira berarti permainan dengan lapangan diperkecil. Para pemain dipaksa untuk berlatih dalam lapangan yang kecil dengan sasaran dan tujuan yang spesifik, misalnya melatih passing, crossing, dribbling dan sebagainya. Dengan lapangan yang diperkecil, maka para pemain akan terbiasa untuk mengambil keputusan dengan cepat, sehingga ketika pertandingan, mereka sudah tidak lagi merasa terkejut.

  • Membangun rasa percaya diri

Menelaah kekuatan dan kelemahan para pemain atau lawan atau strategi permainan. Para pemain harus yakin bahwa mereka dilatih oleh orang yang percaya diri. Mereka juga harus yakin bahwa sang pelatih paham betul tentang kekurangan dan kelebihan para pemainnya. Selain itu, pelatih juga harus menyebarkan virus pikiran positif kepada para pemain.

Pemain terkadang membaca bahasa tubuh atau ucapan-ucapan yang disampaikan oleh para pelatihnya. Oleh karena itulah, para pelatih harus benar-benar sadar dengan ucapan-ucapan dan bahasa tubuhnya supaya tidak membuat mental para pemain menjadi ambruk. Menjelang pertandingan, tidak ada lagi penyesalan-penyesalan atau kekecewaan terhadap kinerja para pemain baik pada saat latihan maupun pertandingan sebelumnya. Para pelatih harus fokus untuk memompa semangat dan memberikan pikiran positif kepada para pemain. Dengan begitu, rasa percaya diri para pemain akan meningkat sehingga tingkat kecemasan pun akan berkurang.

  • Strategi mental secara individual

Masing-masing pemain adalah berbeda. Sebagai individu, para pemain mempunyai karakteristik yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Ada yang suka menyendiri, ada yang suka keramaian sebelum menjalani pertandingan. Disinilah letak kecakapan pelatih diuji dalam memahami para pemainnya. Pelatih harus benar-benar jeli dalam memahami karakteristik para pemain satu persatu. Itu adalah modal untuk mencari pola pendekatan mental untuk para pemain. Jika memungkinkan, para pelatih harus memberi ruang bagi para atletnya mempersiapkan dirinya untuk pertandingan dengan cara yang membuatnya nyaman.

  • Perhatikan kesalahan

Setiap orang pasti membuat salah, begitu juga dengan para pemain di lapangan. Namun, jangan berlebihan dulu dalam merespon kesalahan tersebut. Perhatikan baik-baik kesalahan yang dibuat para pemain, karena terkadang kesalahan-kesalahan tersebut tidak mempengaruhi hasil akhir. Jangan terlalu cepat bereaksi terhadap kesalahan yang dibuat para pemain. Reaksi yang berlebihan akan memancing munculnya stress dari para pemain. Merasa diperhatikan dan merasa telah melakukan kesalahan, para pemain justru akan merespon dengan lebih buruk. Hal ini dikarenakan mereka sedang tertekan.

Bersikaplah agar para pemain tetap fokus pada pertandingan. Modalnya adalah pemahaman yang mendasar terhadap kondisi mental para pemain. Sikap yang benar akan membuat pemain yang melakukan kesalahan menyadari kesalahannya dan kemudian memperbaiki. Jika kesalahan demi kesalahan berlanjut, maka langkah selanjutnya harus diambil dengan mengganti pemain tersebut dengan tujuan agar pemain baru lebih bisa mendukung kinerja tim.

Untuk kasus ini, sosok Jose Mourinho bisa dijadikan contoh. Pelatih yang kontroversial ini lebih cenderung diam saat para pemainnya bertanding di lapangan. Kesalahan demi kesalahan para pemain dia catat. Tidak ada reaksi yang berlebih dari Jose dalam menanggapi kesalahan para pemain. Saat masih di Chelsea, respon yang dia lakukan setelah pemain berulangkali melakukan kesalahan adalah dengan memberikan sebuah catatan dalam secarik kertas. Hasilnya, sebagian besar efektif! Mental para pemain tetap dalam posisi tinggi.

Dengan melaksakan beberapa tips ini, maka tingkat kecemasan para pemain yang akan bertanding di pertandingan yang kompetitif akan terkendali.

Guntur Utomo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s