Gembira dan Sedih Otomotif!


images

Dalam beberapa hari belakangan, ada dua berita yang bertolak belakang dari dunia otomotif Indonesia. Yang pertama, tentu saja, berita tentang Ananda Mikola yang harus mendekam dipenjara karena dugaan penganiayaan. Dan yang kedua adalah berita tentang prestasi Rio Haryanto yang menjadi kampiun formula Asia 2008. Selain menjadi juara, Putra mantan pembalap nasional Sinyo Haryanto ini juga mencatatkan diri sebagai juara termuda!

Luar biasa, sebagai bangsa yang tradisi balap mobilnya belum begitu hebat, nama Rio telah tercatat sebagai yang terhebat di belahan Asia. Ini tentu saja angin segar bagi bangsa ini yang sedang mencari “pahlawan” baru untuk mengobati derita akibat krisis yang tak kunjung selesai. Rio, yang baru berumur 15 tahun, sudah membuktikan bahwa Indonesia pantas untuk disegani di dunia otomotif Internasional.

Dengan usia yang masih begitu belia, Rio bukan tidak mungkin akan membawa bendera Indonesia berkibar lebih tinggi lagi. Dengan pembinaan yang tepat, Rio sangat mungkin mengikuti jejak Lewis Hamilton untuk bertarung di arena Formula 1. Tentu saja itu adalah perjuangan berat. Tapi melihat track record yang sudah diraihnya, maka impian itu bukanlah sesuatu yang mustahil.

Dalam dunia balap-membalap, memang mesin sangat menentukan, tapi diluar itu, faktor mental juga tidak kalah berperan. Sebagai olahraga individual, balapan mobil membutuhkan konsentrasi dan perhitungan yang cermat. Sekali hilang konsentrasi, maka hilanglah sudah kesempatan untuk bisa menang. Ingat lewis Hamilton di F1 musim 2007?

Aspek mental yang terlibat dalam diri pembalap antara lain adalah konsentrasi, cemas, kepercayaan diri dan kecepatan dalam memutuskan. Tentu saja dengan tidak meninggalkan faktor keberuntungan. Konsentrasi sangat dibutuhkan karena mengendalikan mobil berkecepatan tinggi bukanlah perkara mudah. Sedikit saja terganggu, mobil bisa saja melintir atau menabrak lawan.

Rasa cemas kerap menghinggapi para pembalap sesaat sebelum turun di lintasan. Rasa cemas ini merupakan reaksi yang sangat wajar ketika berada dalam posisi yang begitu menekan. Tuntutan harus menang, melewati lawan, menghindari kejaran lawan, lintasan yang licin, atau sorak sorai penonton adalah beberapa sumber munculnya rasa cemas. Cemas sering menjadi bumerang bagi seorang pembalap atau atlet lainnya. Segala kemampuan bisa lenyap seketika ketika rasa cemas ini terus menghantui. Relaksasi, mendengar musik, atau berlatih imagery adalah beberapa metode untuk menghilangkan rasa cemas itu.

Berikutnya adalah rasa percaya diri atau condifence. Dengan lawan yang mempunyai nama, rasa percaya diri seorang pembalap benar-benar diuji. Rasa percaya diri adalah keyakinan pada diri sendiri untuk menyelesaikan semua tantangan yang dihadapi. Percaya diri ini penting, tidak hanya saat membalap, tapi juga saat berlatih. Jika rasa percaya diri ini hilang, niscaya hilang pula segala kemampuan fisik maupun teknik yang selama ini dilatihkan. Dengan mengikuti banyak turnamen atau ajang balapan yang bersifat kompetitif akan sedikit demi sedikit meningkatkan rasa percaya diri ini.

Dalam sesi latihan, tim pelatih atau manajemen bisa menerapkan metode goal setting. Goal setting adalah metode menetapkan sasaran yang harus dicapai oleh seorang atlet atau pembalap dalam jangka waktu tertentu. Tujuan dari goal setting ini adalah untuk memberi arah yang jelas berkaitan dengan pencapaian seorang atlet. Sasaran harus bersifat realitis, artinya yang kemungkinan besar mampu dicapai oleh atlet. Sasaran yang terlalu berat akan mengganggu pembentukan kepercayaan diri atlet, begitu pula jika terlalu ringan. Penetapan sasaran bisa dibagi dua; jangka pendek dan jangka panjang. Sasaran jangka pendek adalah alat untuk mencapai sasaran jangka panjang.

Selain dalam proses berlatih, penetapan sasaran sebaiknya juga diterapkan dalam kompetisi. Pembalap atau atlet lainnya harus selalu diberi target dalam setiap kompetisi. Hanya saja, target tersebut harus realistis mempertimbangkan segala faktor. Pelatih harus benar-benar jeli dalam menetapkan sasaran bagi atletnya.

Berikutnya yang tidak kalah penting adalah kecepatan dalam memutuskan. Kemampuan untuk mengambil keputusan ini sangat dipengaruhi oleh tingkat inteligensia pembalap serta proses latihan. Untuk bisa menjadi cerdas dibutuhkan materi-materi pendukung seperti gizi, kesehatan, dan pendidikan yang tepat. Proses latihan salah satunya bertujuan agar pembalap menjadi lebih bersifat “mekanis”. Dalam artian, pembalap akan bereaksi tepat sesuai dengan tantangan yang sedang dihadapi. Mengambil racing line, mengerem, menginjak gas adalah aktivitas yang mekanis berkaitan dengan situasi yang sedang dihadapi.

Terakhir adalah motivasi. Motivasi adalah daya dorong untuk melakukan sesuatu. Tampil selalu termotivasi akan membantu para pembalap untuk mencapai yang terbaik.Dengan pola latihan dan pembinaan yang benar, tidak mustahil Rio Haryanto akan menjadi pembalap terbesar yang terlahir di bumi Indonesia.

Soal Ananda Mikola? Ah, biarkan saja. Saya pikir masa keemasannya sudah terlewat. Gaya hidupnya yang kurang “sportif” membuatnya sering lupa bahwa dia adalah seorang atlet. Seorang atlet seharusnya mampu memilih gaya hidup yang menunjang karirnya. Jika tiap malam dugem, pulang larut malam, menenggak minuman keras, maka hasilnya adalah nol besar untuk perkembangan prestasinya. Jiwa sportif, passioned, dan tidak fokus pada dunianya adalah karakteristik seorang atlet juara. Ananda? Semoga dia bisa menjadi contoh dan bahan pembelajaran bagi para pembalap muda dan atlet muda di Indonesia termasuk Rio Haryanto.

Mengutip beberapa baris dalam puisi “Karawang-Bekali” puisi karya Chairil Anwar;

” Kami sudah coba apa yang kami bisa

Tapi kerja belum selesai, Belum apa-apa”

Baris-baris itu menunjukkan bagaimana seharusnya seseorang menghadapi apa yang di dapat. Tidak ada yang terbaik di dunia ini, selalu ada langit di atas langit. Para pembalap Indonesia, ingatlah bahwa tugas kita masih panjang. Masih berliku untuk mewujudkan Indonesia sejajar dengan negara lain di dunia balap. Selamat berjuang!

Guntur Utomo

One thought on “Gembira dan Sedih Otomotif!

  1. yep! go rio!!! semoga gg seperti para senior”.a yang malah jadi ngartis. terkenal karena sering pacaran sama artis”, tapi prestasinya gg banyak bicara. go rio!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s