August 11, 2009
Review atas artikel:
Belief in Self Talk adn Dynamic Balance Performance
Kaori Araki, dkk.

Masukkan Energi Positif
Dalam banyak literatur, hubungan antara self talk dan penampilan sudah banyak dibahas. Hasilnya, Self talk memang membantu para atlet untuk tampil maksimal seiring dengan kemampuan atletis mereka. Penelitian-penelitian itu antara lain menemukan bahwa atlet-atlet olimpiade serta para pemain tim nasional menggunakan self talk sebagai strategi pembangun motivasi (Hardy, Gammage, & Hall, 2005), self talk untuk mempercepat penguasaan keterampilan (Landin & Hebert, 1999), untuk mengontrol fokus perhatian (Gould, Eklund, & Jakcson, 1992), dan untuk meningkatkan rasa percaya diri (Landin & Hebert, 1983). baca lanjutannya…
August 6, 2009

Evaluasi
Miris, membaca berita di suratkabar perihal ditemukannya fakta bahwa ada 33 atlet yang bertanding dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Daerah Istimewa Yogyakarta berasal dari luar daerah. Betapa tidak, ajang kompetisi yang seharusnya menjadi arena untuk mencari bibit dan mematangkan potensi lokal, malah menjadi ajang gengsi kelas teri para birokrat olahraga di daerah. Lalu, kapan bibit-bibit unggul daerah bisa tersemai? baca lanjutannya…
July 21, 2009

mental training
Psikologi olahraga merupakan salah satu instrumen dalam sebuah proses latihan untuk meningkatkan performa atlet. Bersama dengan biomekanik, nutrisi serta kedokteran, psikologi memberi asupan agar program penciptaan atlet berprestasi menjadi lebih terarah dan efektif. Kenyataannya, belum banyak pelatih yang menyadari peran, fungsi dan bentuk yang bisa diberikan oleh psikologi olahraga dalam melatih para atletnya. baca lanjutannya…
June 8, 2009

Fokuslah!
Ada relasi yang sangat dekat antara perhatian(Atensi) dengan penampilan seorang atlet pada saat pertandingan. Sederhananya, jika seseorang mencoba untuk memusatkan perhatian pada lebih dari 2 rangsangan, maka kecenderungan yang muncul adalah penampilan akan terganggu. Hal ini disebabkan oleh terbatasnya kemampuan dari manusia untuk memproses informasi secara bersamaan. Untuk itulah penting bagi seorang atlet atau pemain untuk berlatih memusatkan perhatian pada satu hal yang spesifik. baca lanjutannya…
May 20, 2009

Yakinlah pada Diri Sendiri
Pikiran kotor tidak hanya terjadi pada waktu senggang atau saat nongkrong-nongkrong tidak ada kerjaan. Pikiran kotor bisa muncul menjelang sebuah pertandingan olahraga penting. Sesaat sebelum memulai pertandingan, para atlet umumnya dihinggapi oleh pikiran-pikiran kotor. baca selanjutnya..
May 12, 2009

Progressive Muscle Relaxation
Stress merupakan salah satu gangguan serius bagi seseorang. Stress memberi pengaruh secara langsung terhadap tubuh manusia. Keringat dingin, jantung berdebar, otot kaku hingga muntah-muntah. Untuk seorang atlet, tentu saja ini adalah kondisi yang merugikan. Ketika atlet menghadapi stress, maka segala macam keterampilan yang susah payah dilatihkan menjadi hilang seketika. Untuk itulah, stress harus dikelola dengan baik. Salah satunya metode pengelolaannya adalah dengan PMR (Progressive Muscle Relaxation) atau biasa disebut dengan relaksasi otot. baca lanjutannya..
May 1, 2009
Masih ingat bagaimana John Terry gagal mengeksekusi penalty penentu pada laga Final Liga Champion Eropa 2007/2009 melawan Manchester United di Moscow. Yang terjadi pada Terry mungkin saja adalah kecemasan yang melanda. Bagaimana tidak, tendangannya adalah penentu Chelsea untuk merengkuh gelar juara pertama kalinya. Ternyata Terry gagal melaksanakan tugasnya dengan baik, dan kecemasannya lah yang menang. baca lanjutannya
March 18, 2009

Membayangkan jadi Juara
Imagery sering disebut dengan guided imagery, visualization, latihan mental, atau self hypnosis. Imagery adalah teknik yang biasa digunakan oleh psikolog olahraga untuk membantu seseorang memvisualisasikan atau melatih mental berkaitan dengan kegiatan yang akan dilakukan. Dalam konteks olahraga, imagery digunakan untuk membantu atlet membuat visualisasi yang lebih nyata berkaitan dengan pertandingan atau kompetisi yang akan dijalaninya. baca lanjutannya
March 4, 2009

Mencipta Hadiah
Seperti banyak diketahui bahwa motivasi ada yang berasal dari dalam diri, yang disebut dengan motivasi intrinsik dan ada yang berasal dari luar diri, yang biasa disebut dengan motivasi ekstrinsik. dalam tulisan sebelumnya sudah dibahas tentang motivasi intrinsik dan cara-cara menumbuhkannya di dalam diri atlet. baca lanjutannya